Matchmaking antar Dunia Usaha Tahun 2026, Membangun Kemitraan Berbasis Digital dan Nilai LIFA
Tentang Event
Matchmaking Dunia Usaha 2026 Dorong UMKM Masuk Ekosistem Hotel, Ritel, dan Investor Berbasis Digital & Nilai LIFA Malang — Upaya memperkuat daya saing UMKM lokal terus digencarkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DISNAKER PMPTSP) melalui kegiatan Matchmaking antar Dunia Usaha Tahun 2026 yang mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor perhotelan, restoran, ritel nasional, investor, serta pemerintah daerah. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya pada produk, tetapi juga pada kepercayaan, teknologi, dan kemitraan berkelanjutan. Hotel Alana: UMKM Corner & Pengalaman Otentik Daerah Narasumber pertama Ibu Nurul Amalia dari Hotel Alana Malang menyampaikan pengalaman praktik baik melalui pengembangan UMKM Corner sebagai bagian dari strategi menghadirkan pengalaman otentik khas daerah bagi tamu hotel. Menurut pihak Hotel Alana, kenyamanan tamu menjadi prioritas utama, bahkan berkontribusi hingga 85% terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. UMKM lokal dilibatkan melalui penyediaan welcome snack, merchandise khas daerah, serta produk-produk pendukung hotel yang mencerminkan identitas Malang. “Hubungan baik dan komunikasi yang berkelanjutan dengan UMKM menjadi kunci. Bukan hanya soal produk, tetapi konsistensi kualitas dan kepercayaan,” ungkap perwakilan Hotel Alana. Berbagai demo produk dan momen interaksi langsung juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan penguatan kemitraan. PHRI: UMKM Harus Pahami Kebutuhan Hotel & Restoran Narasumber kedua Bpk. Agoes Basoeki, S.H., S.S.T. Par.dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) menekankan pentingnya UMKM membangun jaringan, komunikasi, dan kemitraan strategis dengan hotel dan restoran. PHRI mengingatkan bahwa tantangan utama UMKM bukan sesama UMKM, melainkan produk pabrikan dari luar daerah bahkan luar negeri. Oleh karena itu, UMKM harus diperkuat dari sisi teknologi dan SDM, khususnya dalam pemasaran dan manajemen bisnis. “Aspek kontrak, sistem pembayaran, administrasi transaksi, hingga penyusunan MoU dengan pihak hotel dan restoran harus dipahami UMKM. Ini bagian dari profesionalisme,” jelasnya. PHRI juga mendorong UMKM untuk aktif hadir, berdiskusi langsung, bahkan datang berkelompok jika komunikasi individual dirasa sulit, agar tercipta kesepahaman bisnis yang konkret. Contoh Produk Lokal: Sandal Khas Malang hingga Camilan Dalam diskusi interaktif, disampaikan bahwa produk seperti sandal khas Kota Malang memiliki peluang besar masuk ekosistem hotel jika dikemas dengan identitas lokal yang kuat. Sementara itu, produk camilan dinilai masih cukup umum sehingga membutuhkan diferensiasi, cerita produk, dan inovasi kemasan agar lebih kompetitif. Pendekatan langsung—datang, berdialog, dan membangun kontrak—dinilai lebih efektif dibanding hanya menunggu peluang datang. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk: Program Alfamind Narasumber ketiga Corporate Communications (Corcom) PT. Sumber Alfaria Trijaya Regional Manager (Alfamart), Bpk. M. Faruq Asroridari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memperkenalkan program Alfamind, yang berfokus pada penguatan kapasitas UMKM agar siap masuk rantai pasok ritel modern. Program ini menekankan pentingnya standarisasi, konsistensi pasokan, dan kesiapan digital UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional. Eris Diana: Matchmaking 2026 & Nilai LIFA Sebagai narasumber keempat, Eris Dianawati yang berprofesi sebagai Dosen FEB - Manajemen Universitas Islam Malang dan perwakilan dari PT Dinova Kanaya Pratama menegaskan bahwa Matchmaking antar Dunia Usaha Tahun 2026 harus dibangun di atas kemitraan berbasis digital dan nilai LIFA (Loyalitas, Istiqomah, Fathonah, Amanah). “UMKM hari ini tidak cukup hanya punya produk. Mereka harus dipercaya, konsisten, cerdas membaca peluang, dan amanah dalam kemitraan. Inilah fondasi ekosistem bisnis yang sehat,” tegasnya. Eris juga menyoroti peran BIZHOUSE.id sebagai platform matchmaking dan ekosistem digital yang menjembatani kepentingan UMKM, hotel, restoran, ritel, investor, dan pemerintah. Dalam kegiatan ini, tercatat keterlibatan 10 angel investor, 50 UMKM terkurasi, serta 6 tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Permodalan Kota Malang. Menuju Ekosistem UMKM yang Berdaya Saing Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk penguatan kepercayaan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pemahaman UMKM terhadap kebutuhan nyata dunia usaha. Matchmaking tidak lagi sekadar pertemuan, tetapi proses membangun kolaborasi jangka panjang yang saling menguatkan. “UMKM boleh memulai sendiri, tetapi untuk tumbuh berkelanjutan, mereka perlu masuk ekosistem dan berjalan bersama,” tutup Eris Diana. ---
Informasi Event
Tanggal
Thursday, 5 February 2026
Waktu
18:21 WIB
Dibuat
1 month ago
Event Lainnya
BAKSOS IWAPI Kota Malang ke Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Sawojajar-Kota Malang
05 Mar 2026
Bizhouse.id: Ramadan Momentum UMKM Naik Kelas, Bekerja adalah Ibadah
18 Feb 2026
Kunjungan Lapangan Dewan Pengawas BPJS Tekankan Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial bagi UMKM di Kota Malang.
05 Feb 2026