Riset & Inovasi untuk Solusi UMKM
Memuat berita dan publikasi hasil penelitian, uji coba, maupun inovasi teknologi yang diterapkan untuk mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM.
IWAPI Kota Malang Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM pada Triwulan II 2026
Kota Malang – DPC IWAPI Kota Malang terus menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM melalui berbagai kegiatan strategis selama April hingga Juni 2026. Pada bulan April, IWAPI Kota Malang menandatangani kerja sama dengan PT BPR Putra Dana untuk memperluas akses pembiayaan bagi anggota, serta menyelenggarakan Peringatan Hari Kartini 2026 di Gedung DPRD Kota Malang yang menghadirkan pameran produk UMKM, edukasi, dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Selain itu, anggota IWAPI aktif mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, seperti pelatihan keterampilan di Malang Creative Center (MCC), sosialisasi perkoperasian, dan literasi keuangan bersama OJK dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Memasuki Mei 2026, IWAPI Kota Malang melanjutkan program pembinaan perempuan produktif melalui komunitas GASPOL dan pendampingan UMKM OJOL bersama Dinas Sosial Kota Malang. Organisasi juga mendorong peningkatan keterampilan usaha melalui Pelatihan Batik Cap dan Demo Baking bersama Edo Pastry yang diikuti peserta dari berbagai komunitas. Sementara pada Juni 2026, IWAPI Kota Malang turut berpartisipasi dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanaman Modal Kota Malang sebagai bentuk advokasi terhadap penguatan peran UMKM dalam ekosistem investasi daerah. Anggota juga terlibat dalam Program Technopreneur Diskopindag Kota Malang guna mendukung lahirnya wirausaha baru berbasis inovasi dan teknologi. Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Arin Suprastiwi, SH, menyampaikan bahwa capaian berbagai program selama semester pertama tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi seluruh pengurus dan anggota dalam menjalankan visi organisasi. Menurutnya, IWAPI tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha anggota, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, dan pembangunan ekonomi daerah. "Kami bersyukur berbagai program dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan seluruh anggota, mitra, dan stakeholder. Ke depan, IWAPI Kota Malang akan terus memperluas kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta mendorong lahirnya perempuan-perempuan pengusaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing," ujar Arin. Sementara itu, Anies Purnamasari, SE, selaku Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Keanggotaan, Database, Kesekretariatan, dan Kelembagaan, menilai bahwa keberhasilan pelaksanaan program kerja tidak terlepas dari penguatan tata kelola organisasi yang semakin tertata dan partisipasi aktif anggota. "Dari sisi kelembagaan, kami terus berupaya membangun budaya organisasi yang profesional melalui pengelolaan administrasi, dokumentasi kegiatan, koordinasi rutin, serta penguatan jejaring dengan berbagai pihak. Rekapitulasi kegiatan ini menunjukkan bahwa organisasi berjalan secara dinamis dan mampu menjaga kesinambungan program yang berdampak bagi anggota maupun masyarakat," jelas Anies. Ia menambahkan bahwa dokumentasi dan evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam proses pengembangan organisasi agar setiap program dapat diukur manfaatnya dan menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih efektif di masa mendatang. Dalam Rapat Pleno DPC IWAPI Kota Malang yang diselenggarakan pada 5 Juni 2026 di Rumah BUMN BRI Kota Malang, anggota IWAPI sekaligus akademisi, Eris Dianawati, mendapat kesempatan memaparkan rekapitulasi kegiatan organisasi selama semester pertama tahun 2026. Dalam tanggapannya, Eris menilai bahwa pelaksanaan program dan rapat-rapat organisasi telah mencerminkan prinsip-prinsip manajemen rapat yang baik, yaitu proses sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pertemuan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif. Menurut Eris, keberhasilan berbagai program IWAPI Kota Malang tidak terlepas dari persiapan yang matang, pelaksanaan yang terarah, serta tindak lanjut yang jelas dari setiap keputusan rapat. Pendekatan tersebut selaras dengan teori manajemen rapat yang menekankan efisiensi waktu, efektivitas komunikasi, serta kemampuan organisasi menghasilkan keputusan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti. Dengan semangat kolaborasi, tata kelola yang baik, dan komitmen pemberdayaan perempuan, IWAPI Kota Malang optimistis dapat terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal serta mendukung pembangunan Kota Malang yang inklusif dan berkelanjutan. @erdiana
Lihat Detail
Penguatan UMKM Melalui Raperda Penanaman Modal dan Skema Pendanaan Riset Berkelanjutan
Malang – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal Kota Malang Tahun 2026 berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 13.00–17.00 WIB di Ruang Rapat Komisi A, Lantai 2 Gedung DPRD Kota Malang. Forum tersebut menghadirkan unsur DPRD, perangkat daerah, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan yang memberikan masukan terhadap substansi regulasi investasi daerah. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal Kota Malang Tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi daerah. Perwakilan IWAPI DPC Kota Malang, hadir Ibu Anies Purnamasari selaku WKU 1 bersama Eris Dianawati, yang hadir sebagai pelaku UMKM, akademisi, pemerhati pemberdayaan ekonomi perempuan, sekaligus pendiri platform bisnis digital bizhouse.id, menyampaikan sejumlah masukan strategis untuk memperkuat substansi regulasi agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha lokal. Dalam kesempatan tersebut, Eris memberikan perhatian khusus terhadap Pasal 23 huruf c mengenai kemungkinan pemberian dana stimulan untuk pengembangan sektor prioritas tertentu. Menurutnya, ketentuan tersebut perlu diperkuat melalui skema implementasi yang mampu menjangkau UMKM secara lebih luas, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas, inovasi produk, digitalisasi usaha, riset terapan, serta penguatan daya saing berbasis potensi lokal. “Pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui akses permodalan dan pasar. Yang tidak kalah penting adalah investasi pada pengetahuan, inovasi, riset, serta pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Dana stimulan perlu diarahkan sebagai instrumen pengungkit agar UMKM mampu naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi global,” ungkap Eris. Lebih lanjut, Eris mengapresiasi pandangan Ketua Panitia Khusus Raperda, Bapak Harvad Kurniawan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, organisasi masyarakat, komunitas usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Malang sebagai kota pendidikan, kota kreatif, dan pusat pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Menurut Eris, selama ini berbagai upaya pemberdayaan UMKM, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan identitas budaya Kota Malang telah banyak dilakukan melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi maupun organisasi usaha. Namun, sebagian besar program tersebut masih bergantung pada kompetisi hibah eksternal dan pendanaan internasional yang prosesnya sangat kompetitif. “Selama beberapa tahun terakhir kami berupaya mengembangkan program pemberdayaan UMKM melalui riset dan pengabdian masyarakat dengan mencari dukungan hibah dari berbagai lembaga nasional maupun internasional. Padahal isu yang diangkat sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat Kota Malang, mulai dari penguatan UMKM perempuan, digitalisasi usaha, hingga pelestarian produk berbasis budaya lokal. Karena itu, kami berharap kepedulian yang sama juga dapat diwujudkan melalui dukungan pendanaan daerah yang bersumber dari anggaran legislatif maupun program pembangunan daerah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan skema pendanaan riset kolaboratif berbasis kebutuhan daerah akan memberikan manfaat jangka panjang karena menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan, inovasi produk, serta solusi yang dapat langsung diterapkan oleh UMKM. IWAPI Kota Malang memandang bahwa investasi yang berkualitas bukan hanya menghadirkan modal dan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia, memperkuat ekosistem kewirausahaan, serta menciptakan ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Melalui Raperda ini, diharapkan lahir kebijakan investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat kemandirian UMKM, memberdayakan perempuan pelaku usaha, serta menjaga keberlanjutan kearifan lokal dan identitas budaya Kota Malang sebagai aset pembangunan yang bernilai strategis. Berikut versi yang lebih singkat, efektif, dan tetap bernilai strategis untuk dimasukkan ke dalam rilis: Wakil Ketua Umum I IWAPI DPC Kota Malang, Anies Purnamasari, SE, juga menyampaikan usulan terkait ketentuan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, investor yang beroperasi di Kota Malang perlu didorong untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal yang telah memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Anies mengusulkan agar tenaga kerja yang tergabung dalam program GASPOL dapat menjadi salah satu sumber rekrutmen bagi investor, mengingat mereka telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja. “Investasi yang masuk ke Kota Malang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, tenaga kerja lokal yang telah memiliki kompetensi perlu mendapat prioritas sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara investor dan masyarakat Kota Malang,” ujarnya. Usulan tersebut sejalan dengan semangat Raperda yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. @erdiana
Lihat Detail
Monitoring Evaluasi Hasil Penelitian dan Abdimas HIMA UNISMA Malang
LPPM UNISMA Gelar Seminar Hasil Penelitian HI-Ma TA 2024/2025 Malang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kualitas dan kebermanfaatan riset dosen melalui Seminar Hasil Penelitian Hibah Internal Mandiri (HI-Ma) Tahun Anggaran 2024/2025. Kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dosen UNISMA yang berorientasi pada solusi dan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu penelitian yang dipresentasikan berjudul “Bazaar sebagai Model Distribusi, Promosi, dan Penjualan pada UMKM Malang Raya” yang diketuai oleh Eris Dianawati, S.Pd., M.M., Akt, dengan mitra Rumah Kreatif Loys Bululawang, Kabupaten Malang. Penelitian tersebut mengangkat model bazaar sebagai strategi pemasaran alternatif bagi UMKM yang bersifat kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, UMKM didorong untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat jejaring usaha di tingkat lokal dan regional. Seminar Hasil HI-Ma ini bertujuan untuk: * Menyampaikan capaian dan luaran penelitian hibah internal dosen UNISMA; * Mendorong pemanfaatan hasil riset agar dapat diimplementasikan secara langsung oleh mitra dan masyarakat; * Memperkuat ekosistem riset dan kolaborasi antara akademisi, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan diselenggarakan secara daring dengan rincian sebagai berikut: Hari/Tanggal: Rabu, 21 Januari 2026 Waktu : Pukul 08.00 WIB – selesai Media : Zoom Meeting Melalui seminar ini, LPPM UNISMA berharap hasil penelitian dosen dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan UMKM serta pembangunan ekonomi daerah berbasis riset dan inovasi.
Lihat Detail
OPEN RECRUITMENT CATALYST BUSINESS INCUBATOR 2026 LPKIB UNISMA
Hai para calon entrepreneur! LPKIB UNISMA kembali membuka Program Inkubasi Bisnis 2026 untuk kamu yang ingin mengembangkan ide bisnis atau mempercepat perkembangan usahamu! 🚀 ✨ Kenapa Harus Ikut Program Ini? ✔ Pendanaan usaha bagi peserta terbaik ✔ Mentoring eksklusif dari praktisi, akademisi, dan entrepreneur berpengalaman ✔ Kurikulum akselerasi bisnis yang terstruktur & aplikatif ✔ Pendampingan Branding, Digital Marketing, Keuangan, & Kemitraan ✔ Sertifikat resmi program inkubasi 🎯 Kategori Usaha yang Dicari 1. Food & Beverage (FnB) 2. Fashion, Craft & Lifestyle 3. Agribisnis (Pertanian & Peternakan) 4. Industri Kreatif & Digital 5. Teknologi & Inovasi Produk 6. Semua jenis usaha berpotensi berkembang! 👥 Siapa yang Bisa Bergabung? * Mahasiswa yang punya ide/bisnis berjalan * Karyawan & Dosen UNISMA 📝 Syarat & Ketentuan * Mengisi formulir pendaftaran * Mengirim proposal/ide bisnis * Siap mengikuti seluruh rangkaian program sampai selesai 📲 Daftar Sekarang! Klik link/scan QR pada poster. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkuat dan mengembangkan bisnismu bersama inkubator terbaik! Ayo bergabung dan jadi bagian dari Catalyst Business Incubator 2026!! 💼✨
Lihat Detail