Skip to main content

Berita & Kegiatan UMKM

Temukan berbagai event kolaborasi, workshop, dan kegiatan pemberdayaan UMKM dari semua kategori

Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
02 Aug 2026 15:00

Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan

Malang, 2 Agustus 2026 – Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan Mbolang Bareng 1996 menjelajahi kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang meliputi Pantai Clungup, Pantai Gatra, dan Pantai Tiga Warna, Minggu (2/8). Rombongan berangkat dari Stasiun Kota Malang pukul 06.00 WIB dan memulai trekking menuju kawasan konservasi sekitar pukul 09.00 WIB. Perjalanan menyusuri jalur hutan mangrove dan hutan pantai dengan trek berupa jalan setapak, tanjakan, dan turunan yang cukup menantang. Keindahan air laut yang jernih, pepohonan rindang, serta suasana pantai yang masih alami menjadi daya tarik utama selama perjalanan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya alumni SMAN 2 Malang angkatan 1996, Ibu-ibu Guru Sekolah Dasar, mahasiswa Universitas Negeri Malang dan BINUS University, dosen FEB Universitas Islam Malang (UNISMA), karyawan PT Sosro, pelaku UMKM Kajoe Tangan, serta masyarakat umum. Peserta termuda adalah Kevin, siswa kelas VI SD berusia 12 tahun. Koordinator kegiatan sekaligus Founder Mbolang Bareng 1996, Denny Febrianto, mengingatkan peserta agar selalu menjaga kebersihan dan mematuhi aturan kawasan konservasi. "Nikmati keindahan alam secukupnya, tinggalkan hanya jejak langkah dan bawa pulang pengalaman," pesannya. Salah satu peserta, Bu Sari, guru sekolah dasar, mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut. "Selain menikmati panorama yang luar biasa, saya juga belajar pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan," ujarnya. Menurut Eris Dianawati, dosen FEB UNISMA, pengelolaan CMC merupakan contoh ekowisata yang berhasil memadukan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. "Pembatasan pengunjung, edukasi lingkungan, serta promosi berbasis pengalaman menjadikan kawasan ini memiliki daya saing yang kuat sebagai destinasi wisata berkelanjutan," jelasnya. Kegiatan Mbolang Bareng 1996 kembali membuktikan bahwa wisata alam tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media edukasi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. -diana27-

Lihat Detail
Rapat Koordinasi IWAPI Jawa Timur Perkuat Sinergi Organisasi untuk Keberlanjutan UMKM
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
26 Jul 2026 12:00

Rapat Koordinasi IWAPI Jawa Timur Perkuat Sinergi Organisasi untuk Keberlanjutan UMKM

Surabaya, 26 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Organisasi pada Minggu (26/7) di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi organisasi, menyelaraskan program kerja, serta memperkokoh peran IWAPI dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Jawa Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Ir. Nita Yudi selaku Ketua Umum DPP IWAPI. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya soliditas organisasi, kolaborasi antarkepengurusan, serta inovasi dalam menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Sementara itu, laporan perkembangan organisasi disampaikan oleh Susmiati Rahmawati, yang memaparkan capaian program sekaligus arah kebijakan organisasi di tingkat provinsi. IWAPI DPC Kota Malang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Ketua DPC Arien Suprastiwi, Wakil Ketua Umum I Ibnu Anies Prihasasi, Wakil Ketua Umum II Angelina Asiyah, serta Eris Dianawati yang hadir sebagai peserta rapat sekaligus mendampingi Wakil Ketua Umum I selama kegiatan berlangsung. Partisipasi IWAPI DPC Kota Malang mencerminkan komitmen organisasi dalam membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Kehadiran pada forum koordinasi tingkat provinsi menjadi sarana untuk menyelaraskan kebijakan organisasi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM perempuan. Secara akademis, kegiatan koordinasi organisasi merupakan implementasi fungsi coordinating dalam teori manajemen Henri Fayol, yang menekankan pentingnya penyelarasan aktivitas, komunikasi, dan kerja sama antarunit organisasi agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif. Selain itu, forum koordinasi ini juga relevan dengan Dynamic Capability Theory yang dikembangkan oleh David J. Teece, yaitu kemampuan organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, dan membangun kolaborasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Bagi organisasi kewirausahaan seperti IWAPI, koordinasi yang berkesinambungan menjadi modal strategis dalam memperkuat kapasitas anggota, memperluas akses terhadap peluang usaha, serta mendorong transformasi digital UMKM. Melalui komunikasi yang terstruktur dan sinergi lintas kepengurusan, organisasi mampu menghadirkan program-program yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha anggotanya. Keikutsertaan Eris Dianawati dalam rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi hasil-hasil kebijakan organisasi di tingkat daerah. Sebagai pendamping Wakil Ketua Umum I IWAPI DPC Kota Malang, Eris berperan dalam mendukung kelancaran koordinasi sekaligus mengawal penyelarasan program strategis yang nantinya akan diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM di Kota Malang. Melalui rapat koordinasi ini, IWAPI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, profesional, dan kolaboratif. Dengan sinergi antara DPP, DPD, dan DPC, IWAPI optimistis mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan perempuan, meningkatkan daya saing UMKM, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan. (Lensy-Mlg)

Lihat Detail
MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
18 Jul 2026 13:00

MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau

Wonosobo, 19 Juli 2026 – Komunitas MBOLANG BARENG 1996 kembali sukses menyelenggarakan kegiatan pendakian bertajuk Trip Wonosobo yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Perjalanan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas profesi sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui kegiatan alam terbuka. Sebanyak 11 peserta mengikuti kegiatan camping di Camp Area Gunung Prau untuk menikmati keindahan matahari terbit (sunrise) yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Dataran Tinggi Dieng. Rangkaian perjalanan diawali dengan keberangkatan dari Kota Malang pada Jumat, 17 Juli 2026, dilanjutkan pendakian menuju Gunung Bismo sebagai pemanasan sebelum menikmati suasana malam di Camp Area Gunung Prau. Keesokan harinya, seluruh peserta menikmati panorama sunrise yang memukau sebelum melanjutkan eksplorasi kawasan pegunungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar hingga rombongan kembali ke Kota Malang pada Minggu, 19 Juli 2026. Ketua tim pendakian, Denny Febrianto, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspedisi tidak terlepas dari penerapan manajemen pendakian yang matang. Menurutnya, setiap peserta telah dibekali pembagian tugas, perencanaan rute, pengelolaan logistik, hingga prosedur keselamatan sehingga seluruh perjalanan dapat berlangsung efektif dan minim risiko. "Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi bagaimana seluruh anggota tim dapat kembali dengan selamat. Karena itu, kami menerapkan prinsip manajemen mulai dari perencanaan perjalanan, pembagian peran, pengaturan ritme berjalan, hingga pengambilan keputusan berdasarkan kondisi di lapangan. Kebersamaan dan disiplin menjadi kunci utama keberhasilan sebuah ekspedisi," ujar Denny Febrianto. Keunikan kegiatan ini terletak pada keberagaman latar belakang pesertanya. Selain alumni SMAN 2 (SMANDA) Kota Malang, rombongan juga terdiri atas staf PT Sinar Sosro Indonesia, mahasiswa Universitas Negeri Malang, mahasiswa keperawatan, serta para pelaku usaha lokal dari wilayah Malang. Keberagaman profesi tersebut justru memperkuat semangat kolaborasi, saling membantu, dan membangun jejaring persahabatan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari. Salah satu peserta, Eris Dianawati, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA), memandang pendakian sebagai implementasi nyata prinsip-prinsip manajemen strategi. Menurutnya, keberhasilan mencapai tujuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi. "Mendaki gunung mengajarkan bahwa setiap tujuan besar harus diawali dengan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang tepat, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Dalam perspektif manajemen strategi, setiap langkah harus mempertimbangkan risiko, kekuatan tim, serta tujuan yang ingin dicapai. Ketika seluruh anggota saling mendukung, perjalanan yang berat pun akan terasa lebih ringan," ungkap Eris. Lebih lanjut, Eris menambahkan bahwa kegiatan di alam terbuka juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kesehatan, persaudaraan, dan keindahan ciptaan Tuhan. "Bagi saya, pendakian bukan hanya wisata alam, tetapi juga perjalanan refleksi. Menyaksikan matahari terbit dari ketinggian mengingatkan bahwa setiap perjuangan selalu memiliki harapan. Ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menikmati alam, kesehatan, dan kebersamaan dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat positif," tambahnya. Secara akademis, kegiatan ini sejalan dengan konsep experiential learning yang diperkenalkan oleh David A. Kolb, di mana pengalaman langsung menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan. Melalui kegiatan ini, MBOLANG BARENG 1996 berharap semangat kebersamaan, kepedulian terhadap alam, serta budaya hidup sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menaklukkan puncak, perjalanan ini menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, membangun karakter, dan mengingatkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika seluruh anggota tim dapat menikmati perjalanan dengan aman, saling mendukung, serta pulang membawa pengalaman dan rasa syukur yang lebih besar. (Nabila-Ciliwung) — Selesai —

Lihat Detail
Diskopindag Kota Malang Tingkatkan Literasi Digital UMKM melalui Pelatihan Pembuatan Website dalam Program MBOIS Berkelas
Pengembangan Kapasitas & Keterampilan UMKM
15 Jul 2026 13:00

Diskopindag Kota Malang Tingkatkan Literasi Digital UMKM melalui Pelatihan Pembuatan Website dalam Program MBOIS Berkelas

Malang, 15 Juli 2026 – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang terus memperkuat upaya transformasi digital pelaku usaha melalui program MBOIS Berkelas. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah pelatihan bertajuk "Dari Nol ke Online: Membuat dan Mengelola Website UMKM" yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) di Ruang Kelas Lantai 3 Malang Creative Center (MCC). Pelatihan ini diikuti oleh pelaku UMKM ber-KTP Kota Malang yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. Peserta memperoleh pembelajaran mulai dari dasar-dasar pembuatan website, pengelolaan konten, penyusunan profil usaha yang profesional, hingga strategi mengoptimalkan website sebagai media pemasaran. Kegiatan menghadirkan Eris Dianawati, S.Pd., M.M., Komisaris PT Dinova Kanaya Pratama, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA), sekaligus Founder BizHouse.id, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Eris menekankan bahwa website merupakan aset digital yang harus dimiliki setiap UMKM apabila ingin meningkatkan daya saing di era ekonomi digital. "Media sosial membantu memperkenalkan produk, tetapi website membangun kredibilitas bisnis. Website menjadi rumah digital yang dimiliki sendiri oleh pelaku usaha, sehingga lebih profesional, mudah ditemukan calon pelanggan, dan mampu meningkatkan kepercayaan pasar," jelas Eris. Menurutnya, transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan media sosial, tetapi harus diikuti dengan pembangunan sistem bisnis digital yang terintegrasi. "Website merupakan investasi jangka panjang bagi UMKM. Ketika informasi produk tersusun dengan baik, mudah diakses, dan terhubung dengan berbagai kanal digital, maka peluang pasar akan semakin luas. Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan," tambahnya. Pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik langsung membuat website usaha sehingga materi yang diperoleh dapat segera diterapkan pada bisnis masing-masing. Secara akademis, kegiatan ini mendukung konsep Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Fred D. Davis, yang menjelaskan bahwa adopsi teknologi akan meningkat ketika pengguna merasakan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan manfaat nyata (perceived usefulness). Oleh karena itu, pelatihan berbasis praktik menjadi pendekatan yang efektif untuk mempercepat transformasi digital UMKM. Selain itu, pengembangan website juga sejalan dengan teori Resource-Based View (RBV) yang menempatkan kemampuan digital sebagai salah satu sumber daya strategis yang mampu menciptakan keunggulan bersaing. Website tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menjadi identitas digital usaha yang dapat meningkatkan kredibilitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Melalui program MBOIS Berkelas, Diskopindag Kota Malang terus berkomitmen menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, memperkuat kapasitas bisnis, serta mendorong lahirnya UMKM Kota Malang yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. Tentang MBOIS Berkelas MBOIS Berkelas merupakan program pengembangan kapasitas pelaku UMKM yang diinisiasi oleh Diskopindag Kota Malang melalui berbagai pelatihan, pendampingan, dan klinik bisnis. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi UMKM dalam aspek manajemen usaha, pemasaran digital, legalitas, pengembangan produk, hingga transformasi teknologi guna mewujudkan UMKM yang tangguh dan berkelanjutan. — Selesai — #rizaldi-man/unisma

Lihat Detail
PT Dinova Kanaya Pratama Perkuat Kapasitas UMKM melalui Pelatihan Branding dan Etalase Digital di PLUT Kota Batu
Kemitraan Strategis & Jejaring Kolaborasi
09 Jul 2026 10:00

PT Dinova Kanaya Pratama Perkuat Kapasitas UMKM melalui Pelatihan Branding dan Etalase Digital di PLUT Kota Batu

Kota Batu, 9 Juli 2026 – PT Dinova Kanaya Pratama bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM melalui PLUT Kota Batu menyelenggarakan pelatihan Strategi Branding dan Workshop Pengelolaan Etalase Digital BizHouse.id bagi sekitar 25 pelaku UMKM. Kegiatan berlangsung pada Kamis (9/7) di Gedung PLUT Kota Batu, Jl. Abdul Gani Atas, Ngaglik, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB. Kerja sama ini terlaksana berkat sinergi berbagai pihak dengan dukungan Indah Dwi Pangestu, Koordinator Rumah BUMN Kota Malang, yang menjadi narahubung antara PT Dinova Kanaya Pratama dan PLUT Kota Batu. Sebagai narasumber, Eris Dianawati, S.Pd., M.M., Akt., Komisaris PT Dinova Kanaya Pratama sekaligus dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA), mengajak peserta memahami pentingnya membangun identitas merek melalui studi kasus berbagai merek lokal maupun internasional. Peserta juga mengikuti workshop pengelolaan etalase digital menggunakan platform BizHouse.id sebagai upaya memperluas akses pasar UMKM. "Brand bukan sekadar logo atau kemasan, tetapi identitas yang membangun kepercayaan konsumen. Melalui BizHouse.id, kami ingin membantu UMKM memiliki etalase digital yang profesional sehingga mampu meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Eris Dianawati. Kegiatan turut menghadirkan Yuliana, Sie Humas SDM dan pemasaran sekaligus Ketua Koordinator Guide Pokdarwis Kajoetangan sekaligus pemilik brand Kajengasto, yang membagikan pengalaman membangun nilai produk lokal melalui branding dan kolaborasi dengan sektor pariwisata. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh Ovi W. Ramadhani, Asisten Mitra Kementerian Koperasi dan UKM. Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas UMKM. "Kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep branding dan digitalisasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung sehingga usahanya semakin berkembang dan berdaya saing," ungkap Ovi. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas, kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital serta memperkuat daya saing UMKM di Kota Batu dan sekitarnya. @nesya-umm

Lihat Detail
WARUNG TAREN Resmi Hadir: Langkah Baru Sambal Doktor Menguatkan UMKM Kota Malang
Riset & Inovasi untuk Solusi UMKM
07 Jul 2026 09:45

WARUNG TAREN Resmi Hadir: Langkah Baru Sambal Doktor Menguatkan UMKM Kota Malang

Malang, 7 Juli 2026 – Semangat pemberdayaan UMKM kembali hadir di Kota Malang melalui lahirnya WARUNG TAREN, sebuah booth kontainer yang menjadi sarana pengembangan usaha kuliner Sambal Doktor. Booth ini merupakan bantuan peralatan UMKM dari Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang yang disalurkan bekerja sama dengan IWAPI DPC Kota Malang. Bantuan tersebut menjadi tonggak baru bagi perjalanan Sambal Doktor, sebuah produk sambal khas yang telah diperkenalkan kepada masyarakat sejak tahun 2019. Produk ini dikembangkan oleh PT Dinova Kanaya Pratama dengan mengusung cita rasa pedas khas yang memiliki tingkat kepedasan setara 40 cabai lombok, menjadikannya identik dengan sensasi pedas yang berkarakter namun tetap nikmat disantap. Di balik lahirnya Sambal Doktor adalah sosok seorang dosen yang mulai merintis gagasan usaha ini ketika sedang menempuh pendidikan doktor pada tahun 2014. Nama "Doktor" tidak hanya menjadi identitas akademik, tetapi juga menjadi simbol bahwa dunia pendidikan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini, Sambal Doktor telah mengantongi Sertifikat Halal, sebagai bentuk komitmen menghadirkan produk yang aman, berkualitas, dan dipercaya konsumen. Momentum peresmian WARUNG TAREN juga menjadi ajang peluncuran menu perdana bertajuk Sego Sambal Lawuh Endog. Menu sederhana yang sarat makna ini terdiri atas nasi hangat yang dipadukan dengan Sambal Doktor serta pilihan lauk telur sesuai selera pelanggan, yakni telur ceplok (mata sapi), telur dadar, atau telur rebus. Hidangan tersebut semakin lengkap dengan kuah kare tahu dan taburan serundeng yang menghadirkan cita rasa rumahan yang akrab di lidah masyarakat. Peluncuran menu perdana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga besar Mbolang 1996, mahasiswa mata kuliah Advanced Entrepreneurship FEB UNISMA ( Manajemen ) , anggota IWAPI DPC Kota Malang, serta warga sekitar Jalan Werkudoro, Polehan. Lokasi WARUNG TAREN sendiri berada di belakang GOR Kanaya Pratama, sehingga diharapkan dapat menjadi ruang bertumbuh bagi UMKM sekaligus menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat. Founder Sambal Doktor menyampaikan bahwa bantuan booth kontainer bukan sekadar tambahan fasilitas usaha, tetapi menjadi amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan, inovasi produk, dan keberlanjutan usaha. "Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang. Kami percaya bahwa UMKM tidak cukup hanya pandai berjualan, tetapi juga harus terus belajar, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan." Semangat tersebut sejalan dengan filosofi yang terus dipegang dalam membangun usaha, yakni bahwa UMKM tidak boleh berhenti belajar. Ketekunan (istiqomah) menjadi kekuatan untuk terus bertahan menghadapi perubahan, amanah menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan pelanggan, loyalitas membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, sedangkan sifat fathonah mendorong pelaku usaha untuk terus cerdas membaca peluang dan menghadirkan inovasi. Dari nilai-nilai inilah diharapkan keberkahan usaha akan terus mengalir. Salah satu pembeli pada hari pertama peluncuran, Lensy, mahasiswa Program Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Gajayana (UNIGA) Malang, mengaku terkesan dengan konsep yang diusung. "Yang saya rasakan bukan hanya menikmati makanan yang enak, tetapi juga merasakan cerita di balik usaha ini. Konsep WARUNG TAREN sangat unik, menunya sederhana tetapi berkualitas, sambalnya benar-benar memiliki karakter khas. Saya berharap usaha seperti ini semakin berkembang karena memberikan inspirasi bahwa pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan bisa berjalan bersama." Sementara itu, Denny Febrianto, Senior Pendaki sekaligus Team Koordinator Mbolang 1996, menjelaskan filosofi di balik nama WARUNG TAREN. "Dalam bahasa Jawa, taren berarti menawarkan terlebih dahulu. Filosofi ini digunakan agar setiap pelanggan dapat menentukan sendiri porsi nasi maupun lauk yang benar-benar diinginkan. Dengan begitu tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Makanan adalah rezeki dan berkah yang harus disyukuri serta dihormati. Konsep sederhana ini juga menjadi bentuk edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan." Melalui WARUNG TAREN, Sambal Doktor tidak hanya menghadirkan tempat makan, tetapi juga mengusung gerakan edukasi tentang penghargaan terhadap pangan, pengurangan limbah makanan (food waste), serta penguatan karakter kewirausahaan berbasis nilai. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang melalui Diskopindag, IWAPI DPC Kota Malang, PT Dinova Kanaya Pratama, dunia akademik, komunitas, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kemajuan UMKM lahir dari sinergi berbagai pihak. Diharapkan WARUNG TAREN menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan menghadirkan usaha yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga membawa manfaat sosial dan keberkahan bagi banyak orang. @nadjib-feb.unisma

Lihat Detail
FEB UNISMA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sukopuro Melalui Program Social for Society
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
26 Jun 2026 12:00

FEB UNISMA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sukopuro Melalui Program Social for Society

Kabupaten Malang – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Social for Society bertema "Pengembangan UMKM Desa Melalui Implementasi Teknologi Digital dan Optimalisasi Pemasaran Berbasis Platform Digital" yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Balai RW Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari Desa Sukopuro dan sekitarnya. Kegiatan menghadirkan Eris Dianawati, S.Pd., M.M., Akt., dosen Program Studi Manajemen FEB UNISMA, pelaku usaha sekaligus pengelola PT Dinova Kanaya Pratama, yang memperkenalkan BizHouse.id sebagai platform digital untuk membantu UMKM membangun etalase online, memperluas pemasaran, serta mengoptimalkan transaksi digital melalui QRIS. Dalam paparannya, Eris menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif. "Digitalisasi tidak harus dimulai dari hal yang rumit. UMKM dapat memulai dengan memiliki etalase digital, memanfaatkan QRIS, serta membangun pemasaran yang konsisten melalui platform digital. BizHouse.id hadir sebagai mitra bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas akses pasar," jelas Eris. Turut mendampingi kegiatan tersebut Bpk. Budi Wahono, S.E., M.M., Kandidat Doktor sekaligus Sekretaris Program Studi Manajemen FEB UNISMA. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pendampingan digital kepada UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi," ujarnya. Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UNISMA, Muhtarul Aziz, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu manajemen secara langsung. "Melalui Social for Society, mahasiswa belajar menjadi pendamping UMKM sekaligus mengaplikasikan ilmu pemasaran, manajemen usaha, dan transformasi digital agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya. Antusiasme peserta terlihat selama sesi pelatihan dan praktik penggunaan platform digital. Salah satu peserta, Hanik Arifatul Umah, pemilik Warung Sayur Segar dari komunitas UMKM Njabung, Kecamatan Jabung, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan usaha melalui digitalisasi. "Selama ini kami masih mengandalkan pelanggan sekitar dan promosi dari mulut ke mulut. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami pentingnya memanfaatkan BizHouse.id dan QRIS agar usaha lebih mudah dikenal, transaksi menjadi praktis, dan jangkauan pasar semakin luas. Semoga pendampingan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM desa semakin berkembang," ungkap Hanik. Melalui program Social for Society, Program Studi Manajemen FEB UNISMA berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Rama-2026)

Lihat Detail
KULIAH TAMU DINAS  BEA CUKAI MALANG TINGKATKAN LITERASI EKSPOR-IMPOR MAHASISWA MANAJEMEN FEB UNISMA MALANG
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
23 Jun 2026 10:30

KULIAH TAMU DINAS BEA CUKAI MALANG TINGKATKAN LITERASI EKSPOR-IMPOR MAHASISWA MANAJEMEN FEB UNISMA MALANG

Malang, Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) bekerja sama dengan Klinik Ekspor Bea Cukai Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Improving Business Acumen Through Export–Import Literacy”. Kegiatan yang berlangsung secara luring ini diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai perdagangan internasional, khususnya ekspor dan impor. Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC Febriansyah dan Najwa, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathon, serta Shalawat Nuri Anwar. Suasana khidmat mewarnai pembukaan kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi kepabeanan. Dalam sambutannya, Bapak Pitoyo Pribadi, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, menegaskan pentingnya peningkatan literasi ekspor-impor di kalangan generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika perdagangan global agar mampu menjadi pelaku usaha yang siap bersaing di pasar internasional. Sementara itu, sambutan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis disampaikan oleh Dr. Affuddin, S.E., M.S.A., Ak., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara UNISMA dan Bea Cukai Malang. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang ekspor dan mendorong lahirnya eksportir muda dari lingkungan kampus. Kuliah tamu menghadirkan tiga narasumber dari Bea Cukai Malang, yaitu: 1. Ibu Agnita Adityawardani, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama; 2. Ibu Nizar Dahnia Asnagara, Pelaksana Pemeriksa; 3. Bapak Saka Kameswara, Pelaksana Pemeriksa. Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan berbagai aspek penting dalam persiapan ekspor, mulai dari konsep 6P Ekspor yang meliputi produk, profil usaha, pemasaran, pembayaran, pengiriman, dan program berkelanjutan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penyusunan katalog produk, profil usaha, proposal bisnis, strategi pemasaran internasional, hingga pengenalan HS Code, Incoterms, metode pembayaran perdagangan internasional, serta perhitungan kapasitas kontainer ekspor. Materi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan usaha memasuki pasar global. Moderator kegiatan, Eris Dianawati, S.Pd., M.M., memandu jalannya diskusi yang berlangsung interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang ekspor bagi UMKM, prosedur kepabeanan, strategi mencari buyer internasional, hingga pemanfaatan marketplace global sebagai sarana ekspor. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memperlihatkan tingginya minat mahasiswa terhadap dunia ekspor-impor. Melalui kuliah tamu ini, UNISMA dan Bea Cukai Malang berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan global di kalangan mahasiswa sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung peningkatan ekspor nasional. "Melalui pemahaman yang baik mengenai ekspor-impor, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpeluang menjadi pencipta lapangan kerja dan pelaku ekspor masa depan yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar dunia." Salah satu peserta kuliah tamu, Arga, mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait dunia perdagangan internasional. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka perspektif mengenai peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. "Selama ini saya hanya mengetahui ekspor-impor secara umum dari teori di kelas. Melalui kuliah tamu ini saya jadi memahami tahapan yang harus dipersiapkan, mulai dari legalitas usaha, penyusunan katalog produk, pencarian buyer, hingga proses kepabeanan. Materi dari Bea Cukai Malang sangat relevan dan memotivasi kami untuk berani menembus pasar global," ungkap Arga. @maryam_Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA Juni 2026

Lihat Detail
KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy"
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
23 Jun 2026 09:59

KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy"

PENGUMUMAN 📢 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang, bahwa akan diadakan: 🎓 KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy" 🗣️ Narasumber: Pitoyo Pribadi Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang 🗓️ Selasa, 23 Juni 2026 ⏰ 08.30 – Selesai 📍 Gedung B Lt. 7, Universitas Islam Malang ✅ Kegiatan ini WAJIB DIIKUTI oleh seluruh mahasiswa Manajemen (Smt.6) FEB UNISMA. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa akan mendapatkan wawasan langsung dari praktisi mengenai regulasi ekspor-impor, sekaligus memperkuat daya saing bisnis di pasar internasional. Mohon hadir tepat waktu dan berpakaian rapi/sopan. Bagi yang berhalangan hadir, wajib melapor kepada dosen/koordinator terkait. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

Lihat Detail