Skip to main content

Info Kampus & Kolaborasi UMKM

Menampilkan kegiatan kampus yang terhubung dengan dunia usaha, seperti expo, inkubator bisnis, studentpreneur, hingga sinergi mahasiswa-dosen dengan UMKM dalam berbagai program nyata.

Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
02 Aug 2026 15:00

Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan

Malang, 2 Agustus 2026 – Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan Mbolang Bareng 1996 menjelajahi kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang meliputi Pantai Clungup, Pantai Gatra, dan Pantai Tiga Warna, Minggu (2/8). Rombongan berangkat dari Stasiun Kota Malang pukul 06.00 WIB dan memulai trekking menuju kawasan konservasi sekitar pukul 09.00 WIB. Perjalanan menyusuri jalur hutan mangrove dan hutan pantai dengan trek berupa jalan setapak, tanjakan, dan turunan yang cukup menantang. Keindahan air laut yang jernih, pepohonan rindang, serta suasana pantai yang masih alami menjadi daya tarik utama selama perjalanan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya alumni SMAN 2 Malang angkatan 1996, Ibu-ibu Guru Sekolah Dasar, mahasiswa Universitas Negeri Malang dan BINUS University, dosen FEB Universitas Islam Malang (UNISMA), karyawan PT Sosro, pelaku UMKM Kajoe Tangan, serta masyarakat umum. Peserta termuda adalah Kevin, siswa kelas VI SD berusia 12 tahun. Koordinator kegiatan sekaligus Founder Mbolang Bareng 1996, Denny Febrianto, mengingatkan peserta agar selalu menjaga kebersihan dan mematuhi aturan kawasan konservasi. "Nikmati keindahan alam secukupnya, tinggalkan hanya jejak langkah dan bawa pulang pengalaman," pesannya. Salah satu peserta, Bu Sari, guru sekolah dasar, mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut. "Selain menikmati panorama yang luar biasa, saya juga belajar pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan," ujarnya. Menurut Eris Dianawati, dosen FEB UNISMA, pengelolaan CMC merupakan contoh ekowisata yang berhasil memadukan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. "Pembatasan pengunjung, edukasi lingkungan, serta promosi berbasis pengalaman menjadikan kawasan ini memiliki daya saing yang kuat sebagai destinasi wisata berkelanjutan," jelasnya. Kegiatan Mbolang Bareng 1996 kembali membuktikan bahwa wisata alam tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media edukasi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. -diana27-

Lihat Detail
Rapat Koordinasi IWAPI Jawa Timur Perkuat Sinergi Organisasi untuk Keberlanjutan UMKM
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
26 Jul 2026 12:00

Rapat Koordinasi IWAPI Jawa Timur Perkuat Sinergi Organisasi untuk Keberlanjutan UMKM

Surabaya, 26 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Organisasi pada Minggu (26/7) di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi organisasi, menyelaraskan program kerja, serta memperkokoh peran IWAPI dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Jawa Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Ir. Nita Yudi selaku Ketua Umum DPP IWAPI. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya soliditas organisasi, kolaborasi antarkepengurusan, serta inovasi dalam menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Sementara itu, laporan perkembangan organisasi disampaikan oleh Susmiati Rahmawati, yang memaparkan capaian program sekaligus arah kebijakan organisasi di tingkat provinsi. IWAPI DPC Kota Malang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Ketua DPC Arien Suprastiwi, Wakil Ketua Umum I Ibnu Anies Prihasasi, Wakil Ketua Umum II Angelina Asiyah, serta Eris Dianawati yang hadir sebagai peserta rapat sekaligus mendampingi Wakil Ketua Umum I selama kegiatan berlangsung. Partisipasi IWAPI DPC Kota Malang mencerminkan komitmen organisasi dalam membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Kehadiran pada forum koordinasi tingkat provinsi menjadi sarana untuk menyelaraskan kebijakan organisasi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM perempuan. Secara akademis, kegiatan koordinasi organisasi merupakan implementasi fungsi coordinating dalam teori manajemen Henri Fayol, yang menekankan pentingnya penyelarasan aktivitas, komunikasi, dan kerja sama antarunit organisasi agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif. Selain itu, forum koordinasi ini juga relevan dengan Dynamic Capability Theory yang dikembangkan oleh David J. Teece, yaitu kemampuan organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, dan membangun kolaborasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Bagi organisasi kewirausahaan seperti IWAPI, koordinasi yang berkesinambungan menjadi modal strategis dalam memperkuat kapasitas anggota, memperluas akses terhadap peluang usaha, serta mendorong transformasi digital UMKM. Melalui komunikasi yang terstruktur dan sinergi lintas kepengurusan, organisasi mampu menghadirkan program-program yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha anggotanya. Keikutsertaan Eris Dianawati dalam rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi hasil-hasil kebijakan organisasi di tingkat daerah. Sebagai pendamping Wakil Ketua Umum I IWAPI DPC Kota Malang, Eris berperan dalam mendukung kelancaran koordinasi sekaligus mengawal penyelarasan program strategis yang nantinya akan diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM di Kota Malang. Melalui rapat koordinasi ini, IWAPI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, profesional, dan kolaboratif. Dengan sinergi antara DPP, DPD, dan DPC, IWAPI optimistis mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan perempuan, meningkatkan daya saing UMKM, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan. (Lensy-Mlg)

Lihat Detail
MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
18 Jul 2026 13:00

MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau

Wonosobo, 19 Juli 2026 – Komunitas MBOLANG BARENG 1996 kembali sukses menyelenggarakan kegiatan pendakian bertajuk Trip Wonosobo yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Perjalanan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas profesi sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui kegiatan alam terbuka. Sebanyak 11 peserta mengikuti kegiatan camping di Camp Area Gunung Prau untuk menikmati keindahan matahari terbit (sunrise) yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Dataran Tinggi Dieng. Rangkaian perjalanan diawali dengan keberangkatan dari Kota Malang pada Jumat, 17 Juli 2026, dilanjutkan pendakian menuju Gunung Bismo sebagai pemanasan sebelum menikmati suasana malam di Camp Area Gunung Prau. Keesokan harinya, seluruh peserta menikmati panorama sunrise yang memukau sebelum melanjutkan eksplorasi kawasan pegunungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar hingga rombongan kembali ke Kota Malang pada Minggu, 19 Juli 2026. Ketua tim pendakian, Denny Febrianto, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspedisi tidak terlepas dari penerapan manajemen pendakian yang matang. Menurutnya, setiap peserta telah dibekali pembagian tugas, perencanaan rute, pengelolaan logistik, hingga prosedur keselamatan sehingga seluruh perjalanan dapat berlangsung efektif dan minim risiko. "Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi bagaimana seluruh anggota tim dapat kembali dengan selamat. Karena itu, kami menerapkan prinsip manajemen mulai dari perencanaan perjalanan, pembagian peran, pengaturan ritme berjalan, hingga pengambilan keputusan berdasarkan kondisi di lapangan. Kebersamaan dan disiplin menjadi kunci utama keberhasilan sebuah ekspedisi," ujar Denny Febrianto. Keunikan kegiatan ini terletak pada keberagaman latar belakang pesertanya. Selain alumni SMAN 2 (SMANDA) Kota Malang, rombongan juga terdiri atas staf PT Sinar Sosro Indonesia, mahasiswa Universitas Negeri Malang, mahasiswa keperawatan, serta para pelaku usaha lokal dari wilayah Malang. Keberagaman profesi tersebut justru memperkuat semangat kolaborasi, saling membantu, dan membangun jejaring persahabatan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari. Salah satu peserta, Eris Dianawati, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA), memandang pendakian sebagai implementasi nyata prinsip-prinsip manajemen strategi. Menurutnya, keberhasilan mencapai tujuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi. "Mendaki gunung mengajarkan bahwa setiap tujuan besar harus diawali dengan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang tepat, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Dalam perspektif manajemen strategi, setiap langkah harus mempertimbangkan risiko, kekuatan tim, serta tujuan yang ingin dicapai. Ketika seluruh anggota saling mendukung, perjalanan yang berat pun akan terasa lebih ringan," ungkap Eris. Lebih lanjut, Eris menambahkan bahwa kegiatan di alam terbuka juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kesehatan, persaudaraan, dan keindahan ciptaan Tuhan. "Bagi saya, pendakian bukan hanya wisata alam, tetapi juga perjalanan refleksi. Menyaksikan matahari terbit dari ketinggian mengingatkan bahwa setiap perjuangan selalu memiliki harapan. Ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menikmati alam, kesehatan, dan kebersamaan dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat positif," tambahnya. Secara akademis, kegiatan ini sejalan dengan konsep experiential learning yang diperkenalkan oleh David A. Kolb, di mana pengalaman langsung menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan. Melalui kegiatan ini, MBOLANG BARENG 1996 berharap semangat kebersamaan, kepedulian terhadap alam, serta budaya hidup sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menaklukkan puncak, perjalanan ini menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, membangun karakter, dan mengingatkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika seluruh anggota tim dapat menikmati perjalanan dengan aman, saling mendukung, serta pulang membawa pengalaman dan rasa syukur yang lebih besar. (Nabila-Ciliwung) — Selesai —

Lihat Detail
FEB UNISMA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sukopuro Melalui Program Social for Society
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
26 Jun 2026 12:00

FEB UNISMA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sukopuro Melalui Program Social for Society

Kabupaten Malang – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Social for Society bertema "Pengembangan UMKM Desa Melalui Implementasi Teknologi Digital dan Optimalisasi Pemasaran Berbasis Platform Digital" yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Balai RW Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari Desa Sukopuro dan sekitarnya. Kegiatan menghadirkan Eris Dianawati, S.Pd., M.M., Akt., dosen Program Studi Manajemen FEB UNISMA, pelaku usaha sekaligus pengelola PT Dinova Kanaya Pratama, yang memperkenalkan BizHouse.id sebagai platform digital untuk membantu UMKM membangun etalase online, memperluas pemasaran, serta mengoptimalkan transaksi digital melalui QRIS. Dalam paparannya, Eris menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif. "Digitalisasi tidak harus dimulai dari hal yang rumit. UMKM dapat memulai dengan memiliki etalase digital, memanfaatkan QRIS, serta membangun pemasaran yang konsisten melalui platform digital. BizHouse.id hadir sebagai mitra bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas akses pasar," jelas Eris. Turut mendampingi kegiatan tersebut Bpk. Budi Wahono, S.E., M.M., Kandidat Doktor sekaligus Sekretaris Program Studi Manajemen FEB UNISMA. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pendampingan digital kepada UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi," ujarnya. Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UNISMA, Muhtarul Aziz, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu manajemen secara langsung. "Melalui Social for Society, mahasiswa belajar menjadi pendamping UMKM sekaligus mengaplikasikan ilmu pemasaran, manajemen usaha, dan transformasi digital agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya. Antusiasme peserta terlihat selama sesi pelatihan dan praktik penggunaan platform digital. Salah satu peserta, Hanik Arifatul Umah, pemilik Warung Sayur Segar dari komunitas UMKM Njabung, Kecamatan Jabung, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan usaha melalui digitalisasi. "Selama ini kami masih mengandalkan pelanggan sekitar dan promosi dari mulut ke mulut. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami pentingnya memanfaatkan BizHouse.id dan QRIS agar usaha lebih mudah dikenal, transaksi menjadi praktis, dan jangkauan pasar semakin luas. Semoga pendampingan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM desa semakin berkembang," ungkap Hanik. Melalui program Social for Society, Program Studi Manajemen FEB UNISMA berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Rama-2026)

Lihat Detail
KULIAH TAMU DINAS  BEA CUKAI MALANG TINGKATKAN LITERASI EKSPOR-IMPOR MAHASISWA MANAJEMEN FEB UNISMA MALANG
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
23 Jun 2026 10:30

KULIAH TAMU DINAS BEA CUKAI MALANG TINGKATKAN LITERASI EKSPOR-IMPOR MAHASISWA MANAJEMEN FEB UNISMA MALANG

Malang, Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) bekerja sama dengan Klinik Ekspor Bea Cukai Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Improving Business Acumen Through Export–Import Literacy”. Kegiatan yang berlangsung secara luring ini diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai perdagangan internasional, khususnya ekspor dan impor. Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC Febriansyah dan Najwa, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathon, serta Shalawat Nuri Anwar. Suasana khidmat mewarnai pembukaan kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi kepabeanan. Dalam sambutannya, Bapak Pitoyo Pribadi, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, menegaskan pentingnya peningkatan literasi ekspor-impor di kalangan generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika perdagangan global agar mampu menjadi pelaku usaha yang siap bersaing di pasar internasional. Sementara itu, sambutan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis disampaikan oleh Dr. Affuddin, S.E., M.S.A., Ak., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara UNISMA dan Bea Cukai Malang. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang ekspor dan mendorong lahirnya eksportir muda dari lingkungan kampus. Kuliah tamu menghadirkan tiga narasumber dari Bea Cukai Malang, yaitu: 1. Ibu Agnita Adityawardani, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama; 2. Ibu Nizar Dahnia Asnagara, Pelaksana Pemeriksa; 3. Bapak Saka Kameswara, Pelaksana Pemeriksa. Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan berbagai aspek penting dalam persiapan ekspor, mulai dari konsep 6P Ekspor yang meliputi produk, profil usaha, pemasaran, pembayaran, pengiriman, dan program berkelanjutan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penyusunan katalog produk, profil usaha, proposal bisnis, strategi pemasaran internasional, hingga pengenalan HS Code, Incoterms, metode pembayaran perdagangan internasional, serta perhitungan kapasitas kontainer ekspor. Materi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan usaha memasuki pasar global. Moderator kegiatan, Eris Dianawati, S.Pd., M.M., memandu jalannya diskusi yang berlangsung interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang ekspor bagi UMKM, prosedur kepabeanan, strategi mencari buyer internasional, hingga pemanfaatan marketplace global sebagai sarana ekspor. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memperlihatkan tingginya minat mahasiswa terhadap dunia ekspor-impor. Melalui kuliah tamu ini, UNISMA dan Bea Cukai Malang berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan global di kalangan mahasiswa sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung peningkatan ekspor nasional. "Melalui pemahaman yang baik mengenai ekspor-impor, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpeluang menjadi pencipta lapangan kerja dan pelaku ekspor masa depan yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar dunia." Salah satu peserta kuliah tamu, Arga, mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait dunia perdagangan internasional. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka perspektif mengenai peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. "Selama ini saya hanya mengetahui ekspor-impor secara umum dari teori di kelas. Melalui kuliah tamu ini saya jadi memahami tahapan yang harus dipersiapkan, mulai dari legalitas usaha, penyusunan katalog produk, pencarian buyer, hingga proses kepabeanan. Materi dari Bea Cukai Malang sangat relevan dan memotivasi kami untuk berani menembus pasar global," ungkap Arga. @maryam_Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA Juni 2026

Lihat Detail
KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy"
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
23 Jun 2026 09:59

KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy"

PENGUMUMAN 📢 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang, bahwa akan diadakan: 🎓 KULIAH TAMU "Improving Business Acumen through Export-Import Literacy" 🗣️ Narasumber: Pitoyo Pribadi Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang 🗓️ Selasa, 23 Juni 2026 ⏰ 08.30 – Selesai 📍 Gedung B Lt. 7, Universitas Islam Malang ✅ Kegiatan ini WAJIB DIIKUTI oleh seluruh mahasiswa Manajemen (Smt.6) FEB UNISMA. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa akan mendapatkan wawasan langsung dari praktisi mengenai regulasi ekspor-impor, sekaligus memperkuat daya saing bisnis di pasar internasional. Mohon hadir tepat waktu dan berpakaian rapi/sopan. Bagi yang berhalangan hadir, wajib melapor kepada dosen/koordinator terkait. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

Lihat Detail
IWAPI Kota Malang Gandeng Dinova Kanaya Pratama Dorong Transformasi Digital UMKM Berbasis AI
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
15 Jun 2026 09:30

IWAPI Kota Malang Gandeng Dinova Kanaya Pratama Dorong Transformasi Digital UMKM Berbasis AI

Malang, 15 Juni 2026 – Upaya memperkuat daya saing UMKM perempuan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus dilakukan oleh IWAPI DPC Kota Malang. Bertempat di Gedung Malang Creative Center (MCC) Lantai 3 Meeting Room, Senin (15/6/2026), diselenggarakan kegiatan Pelatihan Video AI by Dila Project yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IWAPI DPC Kota Malang dan PT Dinova Kanaya Pratama. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Arin Suprastiwi, bersama Eris Dianawati yang mewakili PT Dinova Kanaya Pratama. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital UMKM melalui pemanfaatan teknologi AI, pemasaran digital, pengembangan branding, hingga kesiapan ekspor berbasis teknologi. Kegiatan dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, pelaku UMKM, dan anggota IWAPI Kota Malang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat mengikuti sesi praktik pembuatan konten video berbasis AI yang dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung promosi usaha. Pelatihan menghadirkan Delima Sekarmira dari Dila Project sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Delima menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas pemasaran digital UMKM, mulai dari pembuatan video promosi, konten media sosial, hingga strategi komunikasi visual yang lebih menarik dan efisien. Sementara itu, Eris Dianawati yang juga bertindak sebagai moderator dan fasilitator kegiatan, memperkenalkan konsep Etalase Digital Bizhouse.id sebagai salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas produk secara online. Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Arin Suprastiwi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen IWAPI dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing perempuan pengusaha di era digital. "Pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis. Melalui kerja sama ini, kami berharap anggota IWAPI dan pelaku UMKM dapat lebih siap menghadapi transformasi digital," ujarnya. Kerja sama antara IWAPI DPC Kota Malang dan PT Dinova Kanaya Pratama juga menjadi momentum peluncuran inisiatif "IWAPI Go Digital & AI 2026", sebuah program kolaboratif yang berfokus pada penguatan literasi digital, pengembangan branding berbasis AI, pembuatan konten kreatif, digital marketing, hingga pendampingan bisnis berbasis teknologi bagi UMKM perempuan. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir lebih banyak UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas akses pasar baik di tingkat nasional maupun internasional. #Lensy

Lihat Detail
Tim Mbolang Bareng 1996 Taklukkan Puncak Sarah Klopo, Tumbuhkan Semangat Pantang Menyerah dan Jiwa Wirausaha
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
14 Jun 2026 21:30

Tim Mbolang Bareng 1996 Taklukkan Puncak Sarah Klopo, Tumbuhkan Semangat Pantang Menyerah dan Jiwa Wirausaha

Malang, 14 Juni 2026 – Semangat petualangan, kebersamaan, dan pembelajaran karakter kembali ditunjukkan oleh komunitas Mbolang Bareng 1996 melalui kegiatan pendakian menuju Puncak Sarah Klopo pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga pelaku usaha ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mengasah ketahanan fisik, mental, dan jiwa kepemimpinan. Puncak Sarah Klopo merupakan salah satu punggungan Gunung Penanggungan yang berada di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dengan ketinggian sekitar 1.235 mdpl, lokasi ini dikenal sebagai spot pendakian favorit karena memiliki hamparan sabana yang luas dan panorama pegunungan yang memukau. Dari puncak, pendaki dapat menikmati kemegahan Gunung Penanggungan dari jarak dekat, bentangan Gunung Arjuno-Welirang di sisi barat, Gunung Bekel, serta panorama wilayah Trawas dan Pacet yang terlihat jelas saat cuaca cerah. Keindahan lanskap tersebut menjadikan Sarah Klopo sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati sunset maupun lautan lampu kota pada malam hari. Jalur yang dipilih oleh rombongan kali ini adalah via Kedungudi, sebuah jalur pendakian yang dikenal cukup menantang dengan karakter tanjakan yang relatif panjang, jalur tanah berbatu, serta beberapa titik yang memerlukan konsentrasi dan kehati-hatian ekstra. Pendakian dipimpin oleh Denny, yang akrab disapa Om Ined, dengan dukungan pengawalan dari Om Andy dan Om Agung yang memastikan seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman. Salah satu peserta yang menjadi perhatian adalah Nathan, siswa kelas 5 SD berusia 10 tahun yang menjadi peserta termuda dalam rombongan. Meski usianya masih belia, Nathan mampu menyelesaikan pendakian hingga puncak bersama para peserta dewasa lainnya. Perjalanan dimulai sekitar pukul 12.15 WIB dari basecamp Kedungudi. Dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung, para peserta menapaki jalur pendakian yang terus menanjak hingga akhirnya berhasil mencapai puncak setelah menempuh perjalanan sekitar 3,5 hingga 4 jam. Setibanya di puncak, para peserta menikmati suasana alam, beristirahat, melakukan dokumentasi bersama, sekaligus mengabadikan momen kebersamaan yang penuh makna. Secara umum, pendakian menuju Sarah Klopo termasuk kategori pendakian menengah yang cocok bagi pendaki pemula maupun berpengalaman. Selain menyajikan tantangan fisik, jalur ini juga memberikan pengalaman menikmati keindahan alam dan suasana pedesaan yang masih alami. Tak heran jika Sarah Klopo mulai menjadi salah satu tujuan favorit bagi komunitas pendaki di wilayah Malang dan sekitarnya. Ketua tim pendakian, Om Ined, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan semangat seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. "Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi bagaimana kita belajar menghargai proses, saling menjaga, dan pulang bersama dengan selamat. Saya bangga karena seluruh peserta, termasuk pendaki pemula dan peserta termuda, mampu menunjukkan semangat pantang menyerah hingga kembali ke basecamp dalam kondisi sehat. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi ruh dari Mbolang Bareng 1996," ujar Om Ined. Menurutnya, kegiatan alam terbuka merupakan media pembelajaran yang efektif untuk membangun karakter, keberanian menghadapi tantangan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun sesama anggota tim. Keberhasilan kegiatan ini juga tidak lepas dari peran Pak Arief yang bertindak sebagai Koordinator Dokumentasi. Dengan pembawaannya yang riang, komunikatif, dan penuh semangat, Pak Arief senantiasa membantu menjaga suasana perjalanan tetap menyenangkan, baik saat mendaki menuju puncak maupun ketika turun kembali ke basecamp. Selain berprofesi sebagai guru sekolah dasar, Pak Arief juga dikenal sebagai pelaku usaha kuliner yang tangguh dan ulet. Pengalamannya sebagai pendidik sekaligus wirausahawan membuatnya mampu menjadi teladan dalam hal ketekunan, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan. "Di gunung maupun dalam dunia usaha, prinsipnya hampir sama. Kita harus sabar, mampu beradaptasi, dan terus bergerak maju meskipun jalannya menanjak. Yang terpenting adalah tetap menjaga semangat dan kebersamaan," ungkap Pak Arief. Bagi para mahasiswa yang turut serta, pendakian ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga. Sabila, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA), mengaku memperoleh banyak pelajaran selama perjalanan. "Pendakian ini mengajarkan bahwa setiap tujuan membutuhkan proses. Saat lelah di tengah perjalanan, kami saling menyemangati hingga akhirnya bisa sampai di puncak. Pengalaman seperti ini membentuk mental yang lebih kuat dan tidak mudah menyerah," tutur Sabila. Hal senada disampaikan oleh Zulfia, mahasiswi FEB UNISMA lainnya. "Di gunung tidak ada jalan pintas. Kita harus sabar, konsisten, dan terus melangkah. Saya belajar bahwa keberhasilan sering kali bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu bertahan dan menyelesaikan perjalanan sampai akhir," katanya. Menurut dosen FEB UNISMA Malang, Eris Dianawati, kegiatan pendakian memiliki keterkaitan yang erat dengan pembelajaran dalam mata kuliah Kewirausahaan Lanjutan (Advance Entrepreneur). "Dalam kewirausahaan, seseorang harus memiliki keberanian mengambil tantangan, kemampuan membaca risiko, ketahanan menghadapi ketidakpastian, serta konsistensi mencapai tujuan. Semua nilai tersebut hadir dalam pendakian gunung. Saat mendaki, peserta belajar tentang perencanaan, kerja sama tim, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pantang menyerah. Karakter-karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi seorang wirausahawan," jelas Eris Dianawati. Beliau menambahkan bahwa karakter entrepreneur tidak dibangun hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang menguji daya tahan mental dan kemampuan beradaptasi di lapangan. Setelah menikmati suasana puncak dan melakukan dokumentasi bersama, rombongan kemudian turun kembali menuju basecamp. Kegiatan pendakian berakhir sekitar pukul 20.30–21.00 WIB ketika seluruh peserta tiba dengan selamat di basecamp Kedungudi. Sesampainya di bawah, para peserta menikmati hidangan hangat di warung sekitar basecamp sambil beristirahat, berbagi cerita pengalaman selama perjalanan, dan melepas lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras energi. Rombongan kemudian kembali menuju Kota Malang menggunakan dua unit kendaraan. Perjalanan berlangsung lancar dan seluruh peserta tiba kembali di rumah masing-masing dalam kondisi sehat, bugar, dan penuh semangat sebelum pukul 01.00 WIB dini hari. Pendakian Puncak Sarah Klopo tahun ini bukan sekadar perjalanan menaklukkan ketinggian 1.235 mdpl, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang kepemimpinan, kolaborasi, ketangguhan mental, dan semangat kewirausahaan. Bu Guru Siska sempat merekam dari perangkatnya bahwa pendakian hari itu telah mencapai 20.434 langkah. Dari peserta termuda hingga para pendaki senior, seluruh anggota Mbolang Bareng 1996 membuktikan bahwa setiap puncak dapat dicapai melalui kerja sama, disiplin, dan tekad yang kuat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter yang dibutuhkan seorang wirausahawan: berani menghadapi tantangan, mampu mengelola risiko, kreatif mencari solusi, serta tetap istiqomah dalam mencapai tujuan. Dengan semangat "Naik Bersama, Turun Bersama, Pulang Bersama", Mbolang Bareng 1996 kembali menegaskan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya tentang mencapai puncak, melainkan tentang bagaimana setiap anggota bertumbuh selama proses menuju puncak tersebut. @dyn_bn

Lihat Detail
Mahasiswa Advance Entrepreneur M7 FEB UNISMA Tunjukkan Semangat LIFA dalam Bazaar FEB UNISMA 2026
Info Kampus & Kolaborasi UMKM
11 Jun 2026 14:45

Mahasiswa Advance Entrepreneur M7 FEB UNISMA Tunjukkan Semangat LIFA dalam Bazaar FEB UNISMA 2026

Manajemen FEB Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali membuktikan bahwa semangat kewirausahaan tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan secara nyata melalui partisipasi aktif dalam Bazaar FEB UNISMA 2026 yang berlangsung selama tiga hari, pada 9–11 Juni 2026, mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Mengusung semangat LIFA (Loyal, Istiqomah, Fatonah, dan Amanah) sebagai karakter utama calon entrepreneur, mahasiswa M7 menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengelola stand, melayani pelanggan, melakukan promosi, hingga menjaga kualitas produk selama kegiatan berlangsung. Salah satu capaian menarik datang dari kelompok mahasiswa yang berhasil mengembangkan produk turunan dari usaha keluarga menjadi produk yang lebih inovatif dan bernilai jual. Di antaranya adalah tim SOYALAND, inisiator brand adalah Zulfani Maulidia yang menghadirkan produk susu kedelai dengan konsep kemasan dan pemasaran yang lebih modern serta menyasar konsumen muda. Selain SOYALAND, stand M7 juga menampilkan berbagai produk unggulan seperti SIOM Keripik Tempe, Tahu Bulat, dan ARM Keripik Tempe, yang mendapat respons positif dari pengunjung bazaar. Produk-produk tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi usaha yang telah ada sebelumnya menjadi lebih kompetitif di pasar. Tidak hanya mengandalkan produk mahasiswa, tim M7 juga membangun kolaborasi dengan berbagai UMKM senior mitra Bizhouse.id dan anggota IWAPI DPC Kota Malang, juga produk anggota IPEMI Kota Malang, antara lain Kiasta Batik, CV Andalan dengan produk kecap dan saus, Carang Mas NR, Rengginang Wiradja , serta Abon V Padjjiro. Kolaborasi ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pengelolaan usaha, distribusi produk, dan penguatan jejaring bisnis antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Meskipun belum berhasil meraih predikat juara dalam kompetisi bazaar tahun ini, Stand 28 yang ditempati mahasiswa Advance Entrepreneur M7 mampu mencatatkan omzet penjualan mendekati Rp2 juta, sebuah pencapaian yang membanggakan di tengah persaingan puluhan stand peserta lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari penghargaan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai ekonomi, membangun relasi pelanggan, dan mengembangkan pengalaman bisnis secara langsung. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi, kepatuhan terhadap aturan bazaar, kedisiplinan waktu, serta kekompakan tim yang terus terjaga selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. Sejak pagi hari hingga bazaar berakhir, mahasiswa secara bergantian menjalankan tugas operasional, promosi, pelayanan konsumen, hingga pencatatan transaksi dengan penuh tanggung jawab. Eris Dianawati Dosen pengampu mata kuliah Advance Entrepreneur menyampaikan bahwa bazaar bukan sekadar kegiatan berjualan, melainkan laboratorium bisnis nyata yang melatih mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia usaha secara langsung. “Melalui bazaar ini, mahasiswa belajar tentang kerja sama tim, manajemen operasional, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga membangun mental tangguh sebagai entrepreneur. Semangat LIFA yang mereka tunjukkan menjadi modal penting untuk membangun usaha yang berkelanjutan di masa depan.” Partisipasi aktif mahasiswa Advance Entrepreneur M7 dalam Bazaar FEB UNISMA 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pengusaha yang kreatif, adaptif, dan berintegritas. Dengan semangat Loyal, Istiqomah, Fatonah, dan Amanah, mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga sedang membangun fondasi menjadi entrepreneur masa depan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Tagline Kegiatan "ZPreneur M7: Loyal Berkarya, Istiqomah Berusaha, Fatonah Berinovasi, Amanah Melayani." @madjid

Lihat Detail