Skip to main content
Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan
02
Aug 2026
Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan

Mbolang Bareng 1996 Nikmati Keindahan Kawasan Konservasi Pantai Malang Selatan

02 Aug 2026 15:00
15:00 WIB
Selesai

Tentang Event

Malang, 2 Agustus 2026 – Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan Mbolang Bareng 1996 menjelajahi kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang meliputi Pantai Clungup, Pantai Gatra, dan Pantai Tiga Warna, Minggu (2/8). Rombongan berangkat dari Stasiun Kota Malang pukul 06.00 WIB dan memulai trekking menuju kawasan konservasi sekitar pukul 09.00 WIB. Perjalanan menyusuri jalur hutan mangrove dan hutan pantai dengan trek berupa jalan setapak, tanjakan, dan turunan yang cukup menantang. Keindahan air laut yang jernih, pepohonan rindang, serta suasana pantai yang masih alami menjadi daya tarik utama selama perjalanan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya alumni SMAN 2 Malang angkatan 1996, Ibu-ibu Guru Sekolah Dasar, mahasiswa Universitas Negeri Malang dan BINUS University, dosen FEB Universitas Islam Malang (UNISMA), karyawan PT Sosro, pelaku UMKM Kajoe Tangan, serta masyarakat umum. Peserta termuda adalah Kevin, siswa kelas VI SD berusia 12 tahun. Koordinator kegiatan sekaligus Founder Mbolang Bareng 1996, Denny Febrianto, mengingatkan peserta agar selalu menjaga kebersihan dan mematuhi aturan kawasan konservasi. "Nikmati keindahan alam secukupnya, tinggalkan hanya jejak langkah dan bawa pulang pengalaman," pesannya. Salah satu peserta, Bu Sari, guru sekolah dasar, mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut. "Selain menikmati panorama yang luar biasa, saya juga belajar pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan," ujarnya. Menurut Eris Dianawati, dosen FEB UNISMA, pengelolaan CMC merupakan contoh ekowisata yang berhasil memadukan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. "Pembatasan pengunjung, edukasi lingkungan, serta promosi berbasis pengalaman menjadikan kawasan ini memiliki daya saing yang kuat sebagai destinasi wisata berkelanjutan," jelasnya. Kegiatan Mbolang Bareng 1996 kembali membuktikan bahwa wisata alam tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media edukasi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. -diana27-