Skip to main content
MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau
18
Jul 2026
MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau

MBOLANG BARENG 1996 Sukses Gelar Ekspedisi Wonosobo: Taklukkan Gunung Bismo dan Nikmati Sunrise Gunung Prau

18 Jul 2026 13:00
13:00 WIB
Selesai

Tentang Event

Wonosobo, 19 Juli 2026 – Komunitas MBOLANG BARENG 1996 kembali sukses menyelenggarakan kegiatan pendakian bertajuk Trip Wonosobo yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Perjalanan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas profesi sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui kegiatan alam terbuka. Sebanyak 11 peserta mengikuti kegiatan camping di Camp Area Gunung Prau untuk menikmati keindahan matahari terbit (sunrise) yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Dataran Tinggi Dieng. Rangkaian perjalanan diawali dengan keberangkatan dari Kota Malang pada Jumat, 17 Juli 2026, dilanjutkan pendakian menuju Gunung Bismo sebagai pemanasan sebelum menikmati suasana malam di Camp Area Gunung Prau. Keesokan harinya, seluruh peserta menikmati panorama sunrise yang memukau sebelum melanjutkan eksplorasi kawasan pegunungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar hingga rombongan kembali ke Kota Malang pada Minggu, 19 Juli 2026. Ketua tim pendakian, Denny Febrianto, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspedisi tidak terlepas dari penerapan manajemen pendakian yang matang. Menurutnya, setiap peserta telah dibekali pembagian tugas, perencanaan rute, pengelolaan logistik, hingga prosedur keselamatan sehingga seluruh perjalanan dapat berlangsung efektif dan minim risiko. "Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi bagaimana seluruh anggota tim dapat kembali dengan selamat. Karena itu, kami menerapkan prinsip manajemen mulai dari perencanaan perjalanan, pembagian peran, pengaturan ritme berjalan, hingga pengambilan keputusan berdasarkan kondisi di lapangan. Kebersamaan dan disiplin menjadi kunci utama keberhasilan sebuah ekspedisi," ujar Denny Febrianto. Keunikan kegiatan ini terletak pada keberagaman latar belakang pesertanya. Selain alumni SMAN 2 (SMANDA) Kota Malang, rombongan juga terdiri atas staf PT Sinar Sosro Indonesia, mahasiswa Universitas Negeri Malang, mahasiswa keperawatan, serta para pelaku usaha lokal dari wilayah Malang. Keberagaman profesi tersebut justru memperkuat semangat kolaborasi, saling membantu, dan membangun jejaring persahabatan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari. Salah satu peserta, Eris Dianawati, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA), memandang pendakian sebagai implementasi nyata prinsip-prinsip manajemen strategi. Menurutnya, keberhasilan mencapai tujuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi. "Mendaki gunung mengajarkan bahwa setiap tujuan besar harus diawali dengan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang tepat, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Dalam perspektif manajemen strategi, setiap langkah harus mempertimbangkan risiko, kekuatan tim, serta tujuan yang ingin dicapai. Ketika seluruh anggota saling mendukung, perjalanan yang berat pun akan terasa lebih ringan," ungkap Eris. Lebih lanjut, Eris menambahkan bahwa kegiatan di alam terbuka juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kesehatan, persaudaraan, dan keindahan ciptaan Tuhan. "Bagi saya, pendakian bukan hanya wisata alam, tetapi juga perjalanan refleksi. Menyaksikan matahari terbit dari ketinggian mengingatkan bahwa setiap perjuangan selalu memiliki harapan. Ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menikmati alam, kesehatan, dan kebersamaan dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat positif," tambahnya. Secara akademis, kegiatan ini sejalan dengan konsep experiential learning yang diperkenalkan oleh David A. Kolb, di mana pengalaman langsung menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan. Melalui kegiatan ini, MBOLANG BARENG 1996 berharap semangat kebersamaan, kepedulian terhadap alam, serta budaya hidup sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menaklukkan puncak, perjalanan ini menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, membangun karakter, dan mengingatkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika seluruh anggota tim dapat menikmati perjalanan dengan aman, saling mendukung, serta pulang membawa pengalaman dan rasa syukur yang lebih besar. (Nabila-Ciliwung) — Selesai —